Text
Awang Merah Dan Silang Juna
Di Kampung Pantai hiduplah sebuah keluarga yang sederhana.
Mereka tinggal di sebuah gubuk yang tiangnya terbuat dari kayu.
Dinding dan lantai gubuk itu terbuat dari bambu yang dibelah-belah,
lalu disusun-susun menyerupai papan dan diikat dengan rotan. Atap
gubuk itu terbuat dari daun nipah yang banyak tumbuh di Kampung
Pantai. Di sekeliling rumah itu ditanami sayur-sayuran yang bisa
mereka petik. Ada kacang panjang, mentimun, dan cabai. Di sana
juga tampak kacang tanah dan jagung yang siap dipetik. Tanamantanaman itu tumbuh dengan subur.
Keluarga itu mempunyai seorang anak. Anak · itu diberi nama
Awang Merah. Umurnya sudah delapan tahun. Badannya tinggi
tegap dan kulitnya kecoklatan disengat matahari. Matanya bulat,
bersinar tajam. Gerakannya lincah dan cekatan.
Awang Merah adalah anak yang pemberani. Walaupun masih
kecil, dia sudah berani pergi sendirian mencari kayu bakar di pinggir
hutan yang berada di sebelah timur Kampung Pantai. Dia tidak
takut mendengar cerita-cerita orang tentang hantu dan binatangbinatang buas yang hidup.di dalam hutan.
Tidak tersedia versi lain