Text
Sebuah Catatan Tragedi 1965 ; Dari Pulau Buru Sampai Ke Mekah
Kepulangan tapol diawali dengan pidatonya Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter pada 20 Januari 1976 ia menyuarakan kekhawatiran tentang pelanggaran hak asasi manusia di Asia Pasifik. Pada Oktober 1976, tiga delegasi yang dikirim oleh presiden Jimmy Carter menekan Presiden Soeharto untuk membebaskan tahanan politik di Pulau Buru. Ancaman diberikan bahwa bantuan IMF dan Bank Dunia akan dihentikan jika tuntutan tersebut diabaikan. Berita ini dilaporkan oleh USIS (United States Information Service).
Setelah dibebaskan bersyarat dari Pulau Buru pada 1978, H. Suparman menetap di Bandung. Sebagai mantan tahanan politik G-30-S, hidup di tengah masyarakat tidaklah mudah. Namun, dengan tekad yang kuat, segala impian dan cita-cita pak Suparman mulai terwujud. Dia menggabungkan kecerdasan intelektual (IQ) dengan kecerdasan emosional (EQ), menggunakan pengalaman sebagai landasan untuk berpikir konstruktif. Fokusnya beralih ke bidang pendidikan, di mana dia berjuang keras untuk menciptakan sekolah komputer di Tasikmalaya.
Tidak tersedia versi lain