Text
Langit Merah Jakarta
Fiksi sejarah selalu menarik. Apalagi jika sang pembaca mempunyai banyak pengetahuan tentang peristiwa yang sedang ditulis menjadi sebuah karya fiksi. Sambil membaca kita bisa melakukan reka ulang kejadian-kejadian yang pernah ada. Kita juga bisa menebak-tebak tokoh-tokoh yang disamarkan dengan nama lain.
Ketika sejarah tak berani mencatat, sastra akan mengambil alih perannya. Demikian juga dengan kisah runtuhnya Orde Baru. Pada akhir era Orde Bru, banyak fakta yang harus dipelintir sedemikian rupa. Pelintiran fakta ii tentu sangat merugikan sejarah bangsa. Sebab fakta-fakta yang ada harus dihilangkan atau setidaknya disembunyikan.
Ketika suasanya berubah, rezim yang ditakuti telah tumbang, kebenaran sejarah pun tetap perlu diragukan keakuratannya. Sebab tentu saja mereka yang menang akan menyeleksi fakta atau setidaknya memberi pemaknaan yang berbeda terhadap fakta-fakta yang sama.
Tidak tersedia versi lain